Kamis, Maret 11, 2010

Ambisi Nuklir Saddam Hussein dalam Sebuah Buku


Surat kabar The Washington Post hari ini (Kamis/11/3) melaporkan bahwa presiden Irak Saddam Hussein sebenarnya telah berada di ambang kesepakatan dalam pembangunan sebuah senjata militer nuklir secara rahasia, sebelum pecahnya perang teluk kedua.

Surat kabar tersebut melaporkan, mengutip dari dokumen-dokumen yang diungkapkan oleh seorang mantan inspektur senjata nuklir menyatakan bahwa Saddam Hussein pada waktu itu sedang berpikir keras tentang kesepakatan tersebut, yang diperkirakan menelan biaya sekitar 150 juta dolar, yang mencakup desain dan pembelian peralatan nuklir dan kontrak dengan ahli asing untuk mengawasi produksi bom nuklir Irak nantinya.

Tawaran itu - yang dibuat tahun 1990 - terkait dengan tawaran dari mantan pakar nuklir Pakistan Abdul Qadir Khan yang menjamin bisa melakukan pembentukan unit untuk membuat industri senjata yang mampu memproduksi hulu ledak nuklir dalam waktu tiga tahun.

Menurut David Albright pakar nuklir - yang meluncurkan informasi kesepakatan tersebut dalam buku barunya, menyatakan bahwa Irak sebenarnya memiliki kesempatan untuk mengambil keuntungan dari tawaran itu setelah beberapa bulan kemudian, sebelum akhirnya sebuah pasukan multinasional menghancurkan militer Irak dan memaksa Saddam Hussein meninggalkan ambisinya membuat senjata nuklir.

Buku baru dari David Albright yang diterbitkan minggu ini berjudul "The Danger Large: How to provide trade secret nuclear weapons to America's enemies", dalam buku itu dinyatakan bahwa para pejabat Irak tampak seolah-olah mereka sangat serius terhadap proposal nuklir tersebut, dan mereka meminta orang-orang Pakistan memberikan gambar model yang menegaskan kemampuan mereka untuk melaksanakan isi proposal itu.

Pakar Nuklir Pakistan, Abdul Qadir Khan telah mendapat perhatian dari para peneliti atas dugaan penjualan rahasia nuklir kepada Saddam di banyak buku dan artikel-artikel terbaru. Dalam memo internal yang disampaikan intelijen Irak yang pernah muncul sebagai saksi pada akhir tahun sembilan puluhan lalu, menyatakan bahwa proposal tersebut disampaikan oleh salah satu agen rahasia dari ilmuwan nuklir Pakistan, yang menyajikan penjualan desain untuk pembuatan senjata nuklir setelah adanya pembayaran sebesar lima juta dolar AS.

Namun, informasi yang ditemukan dalam buku David Albright tersebut menunjukkan bahwa presentasi Khan memberikan bantuan nuklir kepada Saddam Hussein lebih luas daripada yang diperkirakan sebelumnya.

The Washington Post melaporkan petikan pernyataan yang mengatakan bahwa salah satu rekan kerja Khan yang dikirim ke Irak, menyatakan bahwa "Pakistan telah menghabiskan sepuluh tahun dengan sejumlah uang sebesar 300 juta dolar untuk membuat bom nuklir. Dan sekarang berdasarkan pengalaman praktis dan hubungan internasional yang didirikan oleh Pakistan, maka Anda dapat memiliki sebuah bom atom hanya dalam waktu tiga tahun dengan biaya 150 juta dolar."
sumber: http://eramuslim.com/berita/dunia/ambisi-nuklir-saddam-hussein-dalam-sebuah-buku.htm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah semau anda, tentunya yang sopan dan teratur (tidak menjurus ke maksiatan/kata2 kasar).....!!